Love Me Love You
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Mei 2011

Sekilas Mengenai Andragogi


            “Andragogi”, apa ya kira-kira itu?
            Andragogi  Secara etimologis, andragogi berasal dari bahasa Latin “andros” yang berarti orang dewasa dan “agogos“ yang berarti memimpin atau melayani. Jadi dapat kita simpulkan pengertiannya, bahwa andragogi adalah sebagai seni dan ilmu dalam membantu peserta didik (orang dewasa) untuk belajar (the science and arts of helping adults learn).
            Kira-kira proses apa ya yang dilakukan dalam mendidik orang dewasa??? Beberapa proses yang dilakukan antara lain :
1.      Pemberian motivasi
Motivasi adalah alasan utama munculnya Andragogi. Manusia khususnya orang deasa sebenarnya tak akan berhenti untuk belajar. Mereka terus terdorong untuk mencari sesuatu yang baru, sehingga akg=hirnya mereka belajar mengembangkan sesuatu yang baru.
2.      Proses Trial and Error
Manusia Dewasa pada umumnya lebih senang menggunakan metode Trial and Error daripada bertanya pada orang lain. Mereka terus mencoba-coba berbagai cara sehingga ditemukan alah satu penjelasan yang tepat. Begitulah orang dewasa pada umumnya.
3.      Pemanfaatan Teknologi
Sebenarnya ini tergantung juga pada orang dewasa yang bagaimana. Pada saat orang dewasa memiliki motivasi yang kuat, maka mereka akan menggunakan media yang ada dalam proses belajar mereka.
            Jadi, dapat disimpulkan bukan hanya anak saja yang belajar, tetapi orang tua juga akan terus belajar. Satu penekanan dalam Andragogi, proses belajar yang dimaksud bukan berarti pembelajaran anak sekolahan pada umumnya, yaiyu berupa ilmu. Tapi, belajar di sini dapat berupa pengalaman dan skill serta knowledge baru akan suatu hal. Jadi, jangan heran ya kalau banyak orang dewasa yang belajar jauh lebih keras dari anak sekolahan.
PS : Dunia Cenderung Terbalik, dimana bukan anak lagi yang sekolah, melainkan orang Dewasa.
“(^_______^)”

Senin, 11 April 2011

Disability Learning : Apa sih yang Janggal???



Sekarang ini sering dikenal istilah Disability Children atau Children With Disabilities. Hal itu digunakan untuk menjelaskan anak-anak yang perlu mendapatkan pendidikan khusus. Salah satu gangguan tersebut sering disebut sebagai Disability Learning. Tapi jika ditinjau lebih lanjut, ada yang aneh pada gangguan ini. Disability diartikan sebagai ketidakmampuan dimana anak mempunyai intelegensi normal atau diatas rata-rata, serta tidak mampu dalam satu bidang pelajaran atau lebih. Dari definisi itu ditemukan sebuah keanehan. Teori tersebut mengatakan bahwa anak dengan IQ rata-rata bahkan diatas normal jika tidak mampu dalam satu bidang pelajaran digolongkan dalma anak berkebutuhan khusus. Bukankah itu aneh??? Jika teori itu berkata demikian, gimana anak yang memang normal??? Bukan kah itu wajar jika seorang anak tidak menguasai satu bidang pelajaran tertentu??

Pembahasan sementara :
Memang benar juga seperti yang di ungkapkan di atas. Tapi mungkin maksud ketidakmampuan di sini adalah etidakmampuan anak untuk menangkap suatu pelajaran tertentu. Memang itu wajar dan terlalu tidak enak jika dikatakan disabilities. Tapi berdasarkan kesepakatan serta riset hal tersebut digolongkan kedalam disabilities. Tapi sebenarnya, harus diingat satu hal, ketidakmampuan ini kerap diikuti oleh factor lain seperti nalar, konsentrasi, kemampuan mendengar, dan berbahasa. Jadi karena factor itu juga hal ini kerap dikatakan sebagai keidakmampuan dalam proses belajar.

Sumber :
Santrock, John . 2010. Psikologi Pendidikan Edisi Kedua. Jakarta : Kencana


Rabu, 06 April 2011

Intellegence and Intellegence’s Score

            Sekarang ini banyak pemahaman yang salah mengenai Intellegence dan Intellegence’s Score. Banyak orang menganggap bahwa skor intelegensi sama dengan intelegensi seseorang. Sebenarnya pada kenyataannya itu berbeda, termasuk dalam pemaknaannya serta perubahan yang dapat terjadi di dalamnya.  Timbul beberapa pertanyaan :
1.      Sebenarnya apa sih perbedaan yang nyata antara Intelegensi dan skor Intelegensi??????
2.      Apakah Intelegensi itu bisa berubah???
3.      Apa sih Peranan intelegensi dalam kehidupan sehari-hari???

Pembahasan :
            Sebenarnya secara umum Skor Intelegensi adalah Nilai intelegensi yang diperoleh berdasarkan hasil tes. Sedangkan Intelegensi merupakan sebuah kemampuan kognitif, kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan, serta kemampuan manusia dalam memecahkan permasalahan. Jadi, jelas tampak perbedaannya, bahwa skor intelegensi itu berupa nilai yang bersifat numeric. Tapi Intelegensi bukan. Atau lebih nyatanya, hasil dari pengukuran intelegensi itu adalah Skor Intelgensi.

            Jika ditanya mengenai perubahan, pada dasarnya Intelegensi itu tak dapat berubah, melainkan yang dapat berubah adalah Skor Intelegensi. Tapi dengan catatan, biasanya skor itu tak dapat berubah secara drastic. Hanya dapat bertambah atau berkurang masih dalam ruang lingkup kelas skor intelegensi atau satu tingkat diatas atau dibawah dari itu. Jadi tidak ada perubahan yang signifikan dalam hal ini.

            Intelegensi hampir berpengaruh dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Diantaranya adalah :
·         Kemampuan Untuk Belajar dari Pengalaman
·         Beradaptasi dengan Lingkungan dan Kehidupan Sehari-hari
·         Kemampuan memecahkan masalah kehidupan sehari-hari

Ketiga hal tersebut sudah meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Jadi, Intelegensi itu berperan sangat penting, mutlak dibutuhkan untuk memperoleh hidup yang bahagia.

Sumber :
Santrock, John . 2010. Psikologi Pendidikan Edisi Kedua. Jakarta : Kencana
Lahey, Benjamin.2007. Psychology an Introduction. New York : Mc Graw Hills

Senin, 28 Februari 2011

Mastery Learning : Penguasaan Satu Konsep


                Mastery Learning adalah pembelajaran satu konsep atau topik secara menyeluruh sebelum pindah ke topic lain. Jadi pada dasarnya, seorang anak harus menguasai satu objek dulu sebelum melanjut ke objek yang lain. Hal ini berperan baik dalam perkembangan pendidikan anak, sebab ini mempersiapkan anak menghadapi pembelajaran berikut yang jauh lebih rumit dari sebelumnya.
                Tapi, dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan menerima pembelajaran pada anak tersebut berbeda-beda sesuai dengan perkembangannya. Ada yang bisa cepat menguasai satu konsep, dan ada yang tidak. Apakah Mastery Learning cocok diterapkan pada anak tersebut??? Bukankah dengan metode ini dapat menyebabkan seorang anak tertinggal pendidikannya dengan anak yg lain??
                                 
Pembahasan :
                 
Sebenarnya metode Mastery Learning bagus diterapkan bagi anak. Hal ini selain membantu mereka dalam hal pendidikan, juga akan mendorong kemampuan logika mereka, karena mereka akan terus dihadapkan pada satu permasalahan. Bagi anak yang perkembangannya lambat, ini tidak akan menjadi hambatan melainkan dapat menjadi alat bantu bagi mereka. Secara logika, apakah anak yang tidak menguasai konsep dasar bias menguasai konsep lanjutan??? Jelas tidak. Jadi dengan penerapan Mastery Learning, akan membantu anak masuk ke tahap berikutnya walaupun mungkin proses akan berjalan lambat. Tapi hal ini tidak akan menjadi perbedaan pendidikan anak, karena system ini merupakan system pendidikan dasar bagi setiap anak.

Kamis, 17 Februari 2011

Direct Instruction : "Benar" atau "Salah"

Direct Instruction merupakan sebuah pendekatan Teacher-Centered yang terstruktur yang dicirikan oleh arahan dan control guru, ekspektasi tinggi guru terhadap kemajuan murid, maksimalisasi waktu dihabiskan murid untuk kegiatan akademik demi mendorong pengaruh negative menjangkau siswa. Jadi, focus hanya pada kegiatan akademik, sedangkan kegiatan non akademik diabaikan. 

          Pertanyaan :
·         Apakah pendekatan ini efektif dalam mendorong kemajuan siswa??? Sedangkan, jika diliat berdasarkan fakta, siswa yang maju ditinjau dari prestasi pada bidang akademik dan non-akademik.
·         Apakah Direct Instruction memang dapat menghambat pengaruh negative dari luar??? Bukannya kegiatan akademik tanpa dibarengi kegiatan non akademik akan berefek negative pada siswa??? 
Pembahasan klik di sini

Pembahasan
          Direct Instruction akan mendorong kemajuan siswa. Karena pendekatan ini focus pada pemaksimalan proses pembelajaran. Dengan pendekatan ini diharapkan siswa mampu menguasai segala kegiatan akademik secara terstruktur. Walaupun mendorong kemajuan, pendekatan ini hanya mendorong kemajuan siswa pada satu sisi saja tanpa memperhatikan sisi yang lain. Hal inilah yang menjadi kekurangan pendekatan ini, karena siswa yang maju harus maju dalam segala aspek.


          Efek negative memang dari sisi mana saja dapat muncul. Tapi dengan pendekatan ini pengaruh negative dari luar dapat ditekan sampai batas minimal, karena guru mngambil alih akan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh siswa. Tapi, walaupun begitu, dengan penekanan ini, akan berpengaruh juga bagi siswa. Dimana siswa tidak akan mampu beraktifitas dalam kegiatan non akademik secara maksimal. Selain itu, jika pengajar hanya fokus pada pendekatan ini, maka akan dapat membuat siswa menjadi stres dan belajar karena terpaksa. Ini juga lah yang menjadi kelemahan pendekatan ini.